Total Tayangan Halaman

Rabu, 11 April 2018

Puisi-Puisi Pablo Neruda






Di El Salvador, Kematian

Di El Salvador kematian selalu mengawasi. Darah dari kematian petani-petani tak terkeringkan, waktu pun tak mampu mengeringkannya, hujan tak dapat membersihkannya dari jalan-jalan.
Lima puluh ribu memberondong. Martinez nama pembunuh-pembunuh itu. Sejak itu tanah, roti dan anggur di El Salvador berasa darah.

Munoz Marin

Di sana cacing hidup melekat di air-air, cacing buas: dia lumat bendera-bendera yang ada dan naikkan panji para mandor, yang gizinya berasal dari darah tawanan kuburan pejuang-pejuang yang malang.
Cacing-cacing pun digemukkan diatas mahkota emas gandum Amerika, kesuksesan melindungi uang, buat darah dalam derita bersama tentara, bangun monumen-monumen semu, mengatur negeri dari warisan ayah ke ayah lalu memperbudak tanah, bentuk pulau terang dan gemerlap bagai bintang dalam kekangan suram untuk budak-budak, dan cacing pita hidup riang diantara penyair-penyair, ditaklukkan di pengasingan mereka sendiri, pesanan kepatuhan bagi para gurunya, membayar Pythagorian Peruvian-peruvian untuk meluaskan pemerintahannya dan tempat ini putih bersih luar dalam lebih dalam ada neraka laiknya Chicago, tempat hidup misai, hati, cakar-cakar seperti penghianat Luiz Munoz, Cacing, Munoz Marin untuk pendukungnya, daerah berdarah Judas, pemerintah pulau penindasan, makan daging saudara-saudara miskinnya menerjemah bilingual bagi penjagal-penjagal, mencicipi wiski Amerika Utara.

Puerto Rico, Puerto Pobre

Aku tahu semua sudah terlambat, tapi kurasa ini perlu dilakukan; sekarang, sebelum aku berangkat untuk menyanyi atau untuk mati: sekarang kumulai. Tak ada kekuatan yang membungkamku tapi sesuatu yang besarkan hari kesedihan dan ini sekutu: mati dengan bajak lalu taburkan tulang-tulang.
Aku terpilih sebagai subjek mendidih dengan darah, dengan pohon-pohon palem dan kesunyian, kisah daratan yang dikelilingi banyak air dan kematian tak berujung: disana sungai meratapi darah dan duka mereka yang menanti gunung-gunung.
Kemiskinan ini, ulang penjarahan pulau hari-hari kelabu datang dan pergi, ketika cahaya melonjak dan serangan dari atas pohon-pohon palem, ketika perjalanan malam di empat kapal hitam disana, sebagai tawanan pulau derita.
Dan darah kita menetes di atasnya sebab cakar emas ikut menyobek pecinta-pecintanya dan hak asasinya.[]


PABLO NERUDA: Penyair Amerika Latin yang dikenal secara internasional, dilahirkan di Parrel, Chile 1904. Tahun 1920 Neruda pergi ke Santiago untuk mempublikasikan karya-karyanya; La Concion Dela Fiesta (1921), Grepuscularia (1923) Veinte Po Emas De Amor Yuna Cancion Desesperada (1924), Canto General (1950). Kumpulan puisi epik yang mencari jejak-jejak historis Amerika Latin dan pembangkit kebesaran bangsa-bangsa yang teraniaya. Pada 1971 Pablo Neruda menerima hadiah Nobel Kasusastraan. Ia juga pernah menjadi duta besar negaranya untuk Prancis tahun 1970-1973. Pablo Neruda meninggal di tahun 1973.


SUMBER:

Selasa, 03 April 2018

Geliat Empat Tahun Terminal Sastra (Mei 2014-Mei 2018)



Agenda Terminal Sastra selama bulan April dan Mei menyambut ulang tahun Terminal Sastra ke-4. Ada 5 lokasi berbeda di 5 minggu berurutan, sebagai penanda, semoga langkah Terminal Sastra di tahun ke-5 terus berlanjut.


Terminal Sastra #45
Minggu 8 April 2018; Pukul 08.30-selesai
Buku (1) Novel Samaran.
Bersama Dadang Ari Murtono dan Bagus Sambudi
Buku (2) Hanya Serimbun Kata, Sehimpun Puisi.
Bersama Agus Salim dan Anjrah Lelono Broto
Moderator: Nurman Panji
Lokasi: Aula Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga
Jln. Jayanegara 4, Mojokerto

Terminal Sastra #46
Minggu, 15 April, 2018; Pukul 08.30-selesai
Buku (1) Mutiara Jiwa, Sehimpun Puisi.
Bersama Supriyadi Bro dan Rb. Abd. Gani.
Buku (2) Tarian Jiwa. Sehimpun Puisi.
Bersama Niken Haidar dan R. Giryadi
Moderator: Bagus Sambudi
Lokasi: Aula SMPN 1 Sooko
Jln. Wijaya Kusuma 77, Sooko, Mojokerto

Terminal Sastra #47
Sabtu, 21 April 2018; Pukul 08.30-selesai
Buku (1) Jangan Takut Menang
Bersama A. Budiarini dan Mohammad Saroni
Buku (2) Lelaki Kupu-Kupu Sahabat Sania,
Bersama Aris Rahman Yusuf dan Nur Sofiah, dkk.
Buku (3) Gugur Daun Akasia, Kumpulan Cerpen
Bersama Alvy N Dina dan Nurman Panji
Moderator: Jourdan Alexander Niagara
Lokasi: SMAN 1 Bangsal
Jln. Peterongan, Desa peterongan, Kec. Bangsal, Mojokerto

Terminal Sastra #48
Minggu, 29 April 2018; Pukul 08.30-selesai
Perempuan Memandang Dunia, Sehimpun Puisi Perempuan Nusantara.
Bersama Ira Suyitno dan IIs Ratnawati
Moderator: Evi Sudyar
Lokasi: Rumah Seni Lontar
Jl Garuda, Dsn.lontar. Ds,Kebondalem, Kec. Mojosari, Mojokerto

Terminal Sastra #49
Minggu, 6 Mei 2018; Pukul 08.30-selesai
Buku (1) Gapura. Kumpulan Puisi
Bersama Suyitno Ethex dan Mashuri
Buku (2) Wirid Wulangruh
Bersama Nyitno Munajat dan Mashuri
Buku (3) Puisi Hujan dari Jerukmacan
Bersama: Mulia Ahmad Elkazama dan Ihdina Sabili
Moderator: Bagus Sambudi
Lokasi: Aula MA Unggulan Darul Falah
Jerukmacan, Sawo, Kec. Jetis, Mojokerto